Cara Kerja Virus Ransomeware

| May 15, 2017 | 0 Comments

Siapa yang membuat WannaCry?

Jawabannya adalah tidak tahu. Virus ini jadi favorit para penjahat cyber untuk memungkinkan mereka memperoleh keuntungan dengan cepat dari virus, dan samapai saat ini belum diketahui siapa yang membuat Virus ini.

Apakah komputer saya berisiko terkena virus ini?

Hal ini tergantung pada system operasi (SO) yang berjalan pada komputer anda, jika anda menggunakan SO Windows, maka jawabannya adalah bisa saja komputer anda terjangkit, tapi jika anda menggunaka windos original dan anda rajin mengupdatenya serta anda berhati-hati dalam membuka email, maka resiko tersebut sangat kecil menghinggap pada komputer anda. Untuk itu, lindungi komputer dengan menjalankan pembaruan, menggunakan firewall, dan perangkat lunak anti-virus. dan berikut ini adalah cara kerja dari virus ransomeware

 Bagaimana cara kerja ransomware?

Malware yang paling banyak ditemukan di Amerika Serikat ini bekerja dalam empat cara. Pertama, ransomware melumpuhkan komputer dengan cara mematikan sejumlah tools dan program yang terdapat di registry. Kedua, ransomware melumpuhkan keyboard dan mouse, dan hanya membiarkan pad nomor aktif.

Ketiga, ransomware mengunduh dan menampilkan pesan peringatan, yang isinya mengaku-ngaku sebagai penegak hukum. Keempat, pesan peringatan tersebut menyatakan bahwa si pengguna telah diketahui mengakses konten ilegal di internet, sehingga si pengguna harus membayar sejumlah uang agar bisa mengakses komputernya.

Apa saja yang terkena dampak ransomwares?



Sistem yang terkena dampak ransomeware adalah komputer, perangkat mobile, dan server. Kebanyakan serangan ransomware di komputer ditemukan pada komputer pribadi yang berjalan di sistem operasi Windows.

Sementara di perangkat mobileransomware masih dalam tahap percobaan pengembangan, yang mana para pelaku kejahatan di dunia maya mengamati hasilnya terlebih dahulu, sebelum memutuskan langkah berikutnya. Adapun serangan ransomware terhadap server dilakukan si pelaku dengan cara melancarkan serangan distributed denial-of-service (DDoS).

Dalam gelaran media briefing Symantec yang berlangsung hari ini, Kamis (27/08/2015), Country Manager Symantec Indonesia, Ong Jong Han, mengungkapkan, “Saat ini 4.000 serangan ransomware dikabarkan ada di Indonesia.”

Selain itu, Halim Santoso selaku perwakilan dari System Engineering Symantecs ASEAN memaparkan, “Di Indonesia, kami menemukan scam di situs jejaring sosial dalam persentase yang sangat tinggi, yaitu 90%. Angka ini bisa dicapai karena pada dasarnya, penyebaran scam tersebut bermula dari rasa saling percaya di antara lingkaran pertemanan para pengguna situs jejaring sosial.” (http://tekno.liputan6.com)

Tags: , , , , ,

Category: Berita

Leave a Reply

%d bloggers like this: