Definisi dan Konsep Pemasaran

| December 5, 2017 | 0 Comments

Definisi Pemasaran

adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain (Philip Kotler,2002:9) 

Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran (marketing concept) merupakan falsafah perusahaan yang menyatakan bahwa pemasaran keinginan pembeli adalah syarat utama bagi kelangsungan hidup perusahaan. Segala kegiatan perusahaan di bidang produksi, teknik, keuangan, dan pemasaran diarahkan pada usaha untuk mengetahui keinginan pembeli dan kemudian memuaskan keinginan tersebut dengan mendapatkan laba. Jadi, bagian pemasaran mempunyai peranan aktif sejak dimulainya proses produksi. Semua kegiatan perusahaan untuk menghasilkan dan menjual barang didasarkan pada masalah pemasaran.

Perusahaan yang menganut konsep pemasaran ini tidak hanya sekedar menjual barang saja, tetapi lebih dari itu, dimana perusahaan harus memperhatikan konsumen beserta kebutuhannya.

A. Konsep Pemasaran Berdasarkan STP

  1. Segmentasi (Segmentation)

Segmentasi pasar merupakan suatu usaha untuk meningkatkan ketepatan perusahaan. Segmen pasar terdiri dari kelompok besar yang dapat diidentifikasi dalam sebuah pasar dengan keinginan, dayabeli, lokasi geografis, perilaku pembelian, dan kebiasaan pembelian serupa.

Segmentasi adalah upaya memetakan atau pasar dengan memilah-milahkan konsumen sesuai persamaan di antara mereka. Pemilahan ini bisa berdasarkan usia, tempat tinggal, penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi produk.

Segmentasi dapat dibentuk dengan banyak cara. Salah satunya adalah dengan mengidentifikasi segmenpreferensi. Misalkan pembeli es krim ditaanyai seberapa besar mereka menghargai rasa manis dan kandungan krim sebagai atribut produk. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi segmen preferensi yang berbeda-beda. Tiga pola yang berbeda dapat timbul adalah:  Pertama, preferensi homogen. Yaitu tentang kondisi pasar dimana semua pelanggan secara kasar memilki preferensi yang sama. Kedua, preferensi tersabar. Yaitu tentang situasi dan kondisi pasar yang berbeda dimana preferensi pelanggan tersebar diseluruh ruangan. Ketiga, preferensi terkelompok-kelompok. Yaitu tentang kondisi pasar yang menunjukkan kelompok-kelompok preferensi yang terpisah-pisah, yang biasa kita sebut dengan segmen pasar alami.

  1.  Targeting

Market targeting/target pasar yang dimaksud dengan target marketing adalah keputusan pasar yang akan dituju oleh perusahaan yang terdiri dari sejumlah pembeli yang memiliki kebutuhan dan karakteristik seperti yang dimaksudkan perusahaan.

  1. Positioning :

Market Positioning, adalah cara pandang konsumen terhadap produk tersebut pada atribut yang paling penting. Yang pada akhirnya akan menghasilkan citra positif atau citra negative dari konsumen terhadap suatu produk. Penetapan posisi produk dipandang sebagai salah satu elemen yang sangat penting dalam strategi pemasaran perusahaan, karena mengarahkan seluruh bauran pemasaran perusahaan. Laporan penetapan posisi yang jelas dan tepat menentukan penentu arah aktifitas promosi. Dalam melaksanakan positioning produk, bisa ditetakan melalui salah satu dari empat pendekatan sebagai berikut:

  1. Ciri produk
  2. Harga dan kualitas
  3. Penggunaan
  4. Pengguna produk

Sedangkan dalam rangka menetapkan posisi, pemasar dapat menerapkan beberapa strategi sebagai berikut:

  1. Penetapan posisi berdasarkan ciri khas produk.
  2. Penetapan posisi berdasarkan manfaat produk.
  3. Penetapan posisi berdasarkan penggunaan sesuai dengan event.
  4. Penetapan posisi berdasarkan tingkat pengguna tertentu.
  5. Penetapan posisi berdasarkan pembandingan langsung dengan produk pesaing.
  6. Penetapan produk berdasarkan perbedaan kategori produk.

B. Konsep Pemasaran Berdasarkan 4P

  1. Produk (Products)

Pemilihan yang saksama akan produk merupakan bagian yang penting. Pembeli baru mau membeli suatu produk kalau memang merasa tepat untuk membeli produk yang bersangkutan. Artinya produklah yang menyesuaikan diri terhadap pembeli, bukan pembeli yang menyesuaikan diri terhadap produk.

Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen kepada pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa produk yang ditawarkan produsen kepada pasar yaitu untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Produk yang ditawarkan tersebut meliputi barang fisik, jasa, tempat, organisasi  dan ide. Jadi, produk bisa berupa manfaat tangible maupun intangible yang dapat memuaskan pelanggan.

Pengembangan produk meliputi penetapan manfaat yang dikomunikasikan dan disampaikan melalui kualitas, design, ciri, merk, dan kemasan. Keputusan tentang sifat-sifat produk ini sangat mempengaruhi reaksi konsumen terhadap suatu produk.

  1. Klasifikasi Produk

Produk diklasifikasikan dalam dua kategori: produk konsumen dan produk perusahaan atau industry.

  • Produk Konsumen

Produk konsumen ialah produk yang dibuat untuk keperluan rumah tangga konsumen. Klasifikasi produk konsumen yaitu suatu produk yang tersedia di berbagai took dan dapat diperoleh dengan mudah dengan harga terjangkau, seperti rokok, susu, pasta gigi, bahan makanan/minuman dan sebagainya dengan berbagai merk. Produk tersebut dikategorikan sebagai convenience products.

Produk ini pada umumnya dikemas sederhana dan dapat dibeli secara eceran dengan harga relative murah. Produk convenience selalu tersedia ketika permintaan meningkat sehingga jangkauan distribusinya harus luas. Tetapi karena took eceran pada umumnya hanya menjual dalam volume kecil, perusahaan tidak menjualnya secara langsung ke took pengecer. Perusahaan lebih memilih menjual produknya kepada grosir, yang kemudian meneruskannya ke toko-toko pengecer.

Sebelum memutuskan alternative dalam membeli suatu produk konsumen terlebih dahulu membandingkan kualitas, harga, dan bentuk di beberapa toko. Pencarian ini berlangsung selama konsumen menyadari bahwa perbandingan beberapa produk memerlukan waktu dan upaya. Produk yang pembeliannya memerlukan berbagai pertimbangan seperti ini disebut shopping product.Misalnya, kulkas, mobil, mebel, perlengkapan rumah tangga, dan sebagainya.

Disamping dua kategori produk tersebut diatas, barang seperti perlengkapan fotografi, sound system stereo, home theater, pakaian dengan merek terkenal, dan sebagainya yang dibutuhkan oleh kelompok konsumen tertentu dikategorikan sebagai specialty products. Untuk membeli produk kategori ini diperlukan pertimbangan dan upaya tertentu.

  • Produk Perusahaan/Industri

Produk perusahaan ialah barang yang dimaksudkan terutama untuk membuat produk lain atau untuk penyediaan jasa dalam perusahaan. Klasifikasi produk industri yaitu meliputi ; bahan mentah, bahan manufaktur dan bagiannya, instalasi, perlengkapan operasi, alat bantu.

Suatu produk dapat dibedakan dari produk lainnya dari segi merk (brand). Merk tersebut dapat dipakai sebagai alat untuk menciptakan pandangan tertentu dari para pembeli baik melalui periklanan maupun melalui kegiatan promosi yang lain.

Produk menurut tingkat pemakaian dan kekongkritannya juga digolongkan menjadi dua yaitu produk tahan lama dan produk tidak tahan lama.

Produk tahan lama ( durable goods) merupakan barang –barang yang secara normal dapat dipakai berkali-kali; jadi dapat dipakaiuntuk jangka waktu yang relative lama.

Produk tidak tahan lama (nondurable goods) merupakan barang-barang yang secara normal hanya dapat dipakai satu kali atau beberapa kali saja. Artinya sekali barang itu dipakai akan habis, rusak atau tidak dapat dipakai lagi.

  1. Harga (Price)

Harga bagi sebagian besar masyarakat masih menduduki tempat teratas, sebelum ia membeli barang atau jasa. Bagi penjual yang penting bagaimana menetapkan harga yang pantas, terjangkau oleh masyarakat dan tidak merugikan perusahaan.

Harga merupakan elemen bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan. Harga juga merupakan elemen bauran pemasaran yang paling fleksibel, karena harga dapat diubah dengan cepat, beda halnya dengan feature produk atau distribusi. Penetapan harga yang berlaku berbeda-beda tergantung pada besar kecilnya perusahaan. Pada perusahaan kecil harga ditetapkan oleh manajemen puncak bukan oleh bagian pemasaran atau penjualan. Sedangkan pada perusahaan besar penetapan  harga ditangani oleh manajer divisi dan liniproduk.
Dalam istilah harga, dapat diuaraikan beberapa konsep yang saling berhubungan yaitu harga,nilai, dan manfaat.

Harga adalah nilai yang dinyatak dalam bentuk uang. Nilai adalah tolok ukur kuantitatif  manfaat suatu produk dalam pertukaran dengan produk lain. Manfaat adalah sifat produk atau barang yang memberikan kepuasan pada suatu keinginan.

Harga suatu produk merupakan factor penentu permintaan pasar pada suatu barang atau produk. Harga berpengaruh terhadap posisi kompetitif perusahaan dan pasarnya.karena itu harga menentukan pendapatan perusahaan dan laba bersih. Penetapan harga dipengaruhi oleh berbagai factor, baik factor internal maupun factor eksternal.

  1. Tempat (Place)

Elemen lain dalam marketing mix adalah place atau disebut juga saluran distribusi. Sebagian besar produsen tidak langsung menjual produknya ke konsumen. Mereka menggunakan perantara.

Distribusi merupakan bagian dari proses pertukaran dalam pemasaran dan melibatkan perpindahan secara fisik atas barang dan jasa dari produsen ke konsumen serta melibatkan perantara yang memiliki peran penting dalam rantai saluran. Melalui kegiatan distribusi, akan terjalin ikatan antara suplier, perantara, dan pelanggan.

Fungsi distribusi dalam bauran pemasaran adalah membawa produk ke pasar sasaran. Membawaproduk ke pasar memerlukan serangkaian aktivitas, yang terpenting dari aktivitas tersebut adalah penjualan dari produsen ke konsumen akhir. Fungsi lainnya adalah mempromosikan produk,menyimpannya, dan menanggung resiko selama proses distribusi.

  1. Promosi (Promotion)

Suatu barang baru tidak selalu langsung dikenal oleh konsumen. Mungkin juga barang sudah lama tetapi sudah mulai dilupakan orang. Oleh sebab itu perlu dilakukan promosi karena promosi itu kegiatannya memperkenalkan dan mengingatkan kembali akan suatu produk, penjualnya maupun pembuatnya.

Keberhasilan suatu perusahaan dalam pemasaran harus ditunjang dengan berhasilnya memilih produk yang tepat, harga yang pantas, saluran distribusi yang baik dan promosi yang efaktif. Keempat P tersebut harus berfungsi secara terpadu.

Promosi merupakan upaya untuk memberi informasi produk atau jasa kepada masyarakat agar dikenal dan ujung-ujungnya dibeli dan membantu pemasar menemukan pelanggannya. Dalam mengevalusai program ini, metode yang paling umum dilakukan adalah membandingkan penjualan sebelum, selama, dan sesudah promosi. Oleh karena itu perusahaan harus berusaha mempengaruhi para konsumen, untuk dapat menciptakan permintaan atas produk atau jasa yang dihasilkan. Promosi melibatkan komunikasi informasi untuk membantu orang menemukan produk, dan membantu pemasar menemukan pelanggannya.

Promosi juga dilakukan untuk menciptakan positioning dan citra produk. Keuntungan dari kegiatan promosi adalah; (1) menciptakan citra merek, (2) mengkomunikasikan keunggulan produk dan jasa (3) menciptakan perhatian atas produk baru (4) menjaga kepopuleran produk dan jasa (5) menciptakan kesetiaan konsumen.

Kotler menyebutkan beberapa elemen dalam Promotion Mix yaitu :

  1. Penjualan personal, lebih efektif untuk menjaga hubungan pribadi dengan konsumennya..
  2. Promosi penjualan, seperti promosi atau beli satu dapat gratis satu. Contoh lainnya seperti pemberian kupon, aksesoris gratis, penawaran dengan harga perkenalan, pertunjukan dan pameran. Pameran bermanfaat memperkenalkan produk baru ke pasar. Dengan pameran konsumen mendapat manfaat berupa harga yang lebih murah, sedangkan bagi produsen adalah pengenalan produk baru atau juga memperbarui citra produk lama.
  3. Hubungan masyarakat, meliputi kegiatan menjaga hubungan dan saling pengertian antara produsen dengan masyarakat (pelanggan, pemilik perusahaan, karyawan, pemerintah, buruh dan masyarakat lokal). Kegiatan ini selain dimaksudkan untuk menjaga citra jangka panjang bagi perusahaan juga untuk mendidik publik tentang tujuan sasaran perusahaan, produk baru dan membantu memperkenalkan upaya penjualan. Contoh kegiatan humas antara lain bantuan kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan, sponsorship tim olah raga dan penyebaran informasi melalui pameran.
  4. Pemasaran langsung, katalog, telepon, fax dan e-mail kepada konsumen potensial yang diketahui berdasarkan data yang telah dihimpun oleh perusahaan.
  5. Iklan, adalah harga untuk komunikasi. Iklan digunakan untuk membangun citra serta menyebarluaskan informasi agar mendapat tanggapan dari pasar atau konsumen. Media iklan seperti media cetak (surat kabar, poster, majalah, tabloid), media elektronik (televisi, radio, internet)

Tags:

Category: Artikel

Leave a Reply

%d bloggers like this: