Miskin Bukan Halangan Untuk Bisa Bersedekah Banyak

| May 23, 2017 | 0 Comments

عَنْهُ أَنَّ نَاسًاقَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُوْرِ بِاْلأُجُوْرِ، يُصَلُّوْنَ كَمَا نُصَلِّى، وَيَصُوْمُوْنَ كَمَا نَصُوْمُ، وَيَتَصَدَّقُوْنَ بِفُضُوْلِ أَمْوَالِهِمْ قَالَ : أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللهُ لَكُمْ مَا تَصَدَّقُوْنَ بِهِ : إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلِّ تَحْمِيْدَّةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةً، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْىٌ عَنْ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ  قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللَّهِ أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ، وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهَا أَجْرٌ ؟ قَالَ : أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ وِزْرٌ ؟ فَكَذلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ الدُّثُورُ  : بالثاءِ المثلثة : الأموالُ، واحِدُها : دَثْرٌ . Dari Abu Zarr pula, bahwa orang-orang sama berkata: Ya Rasulullah, orang-orang yang kaya raya sama pergi dengan membawa pahala yang banyak karena banyak pula amalannya. Mereka itu bersembahyang sebagaimana kita juga bersembahyang, mereka berpuasa sebagaimana kita juga berpuasa, tambahan lagi mereka dapat bersedekah dengan kelebihan harta-harta mereka. Rasulullah saw. bersabda: Bukankah Allah telah menjadikan untuk kalian sesuatu yang dapat kalian sedekahkan? Sesungguhnya dalam setiap tasbih ada sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, memerintahkan kebaikan juga sedekah, melarang kemunkaran itupun sedekah pula dan bahkan dalam bersetubuhnya seseorang dari kalian itupun sedekah. Para sahabat berkata: Ya Rasulullah apakah seseorang dari kita yang mendatangi syahwatnya itu juga memperoleh pahala? Beliau saw. bersabda: Bagaimana jika syahwat itu diletakkannya dalam sesuatu yang haram, bukankah orang itu memperoleh dosa? Maka demikian itu pulalah jika ia meletakkan syahwatnya itu dalam hal yang dihalalkan, iapun memperoleh pahala. (HR Muslim) Ad-dutsuur, dengan tsa’ yang bertitik tiga buah, artinya harta benda yang melimpah ruah, mufradnya berbunyi Ditsrun. Hadis sahih, diriwayatkan oleh Muslim, hadis no. 1674; Abu Daud, hadis no. 1286; Ibn Majah, hadis no. 917; Ahmad, hadis no. 20457, 20496 dan 20508 dan 20568; al-Darimi, hadis no. 1319. (Kitab Riyadh Al-Salihin, nomor 120)

Category: Religi

About the Author (Author Profile)

Leave a Reply

%d bloggers like this: